+62 21 29555555
cs@duaputraperkasa.com

Tentang Kami

Perusahaan DPPPT. Dua Putera Perkasa terus berinovasi dan selalu mengikuti perkembangan teknologi industri makanan baik dalam pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian produk, sehingga dapat menjamin kualitas, kesegaran serta ketepatan waktu pengiriman produk ke pelanggan. Berawal dari bisnis perdagangan produk daging, seafood dan lalu merambah ke bisnis poultry, DPP menambah divisi usaha dengan memproduksi makanan olahan siap saji dengan brand “King Food”. Hadir dengan line up produk yang berkualitas serta terjangkau, mendorong kami untuk  apat merajai produk makanan olahan di pasar dalam negeri, serta mampu mengekspor produk-produk tersebut ke luar negeri.

Meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah atas dengan trend pasar yang ikut berkembang, mendorong DPP membuka Divisi HORECA. Adapun produk yang kami jual adalah produk daging kelas premium. Dengan bekerjasama dengan “Stanbroke” – salah satu perusahaan produsen daging sapi terkemuka di Australia – DPP menjadi salah satu supplier untuk produk daging Wagyu yang khusus dijual kepada Hotel, Restoran dan Cafe.

Sejalan dengan program pemerintah untuk mencapai ketahanan pangan nasional, DPP membangun infrastuktur gudang penyimpanan/cold storage yang mendukung penyimpanan serta distribusi produk makanan di Cipendawa, Bekasi.

Dibangun dilokasi yang sangat strategis karena memiliki akses jalan tol yang menghubungkan baik bandara Soekarno Hatta maupun pelabuhan Tanjung Priok sehingga sangat mendukung proses pendistribusian produk. Dengan kapasitas gudang yang mampu memuat lebih dari 20.000 pallet, gudang ini pun berteknologi modern sehingga menjadi salah satu unit usaha sendiri dengan menyewakan ruangan gudang dan juga menjadi pendukung bisnis usaha DPP lainnya. DPP juga melakukan pengembangan unit usaha di bidang Budi Daya Tambak dan Armada Kapal Penangkapan Ikan.

Untuk merealisasikan pengembangan awal usaha tersebut, DPP telah memilih lokasi strategis untuk operasionalnya, yaitu dengan membuka tambak budidaya udang seluas 60 ha di Kabupaten Kaur Bengkulu serta mengoperasikan 10 armada kapal pada tahap awal di pelabuhan Juwana, Pati Jawa Tengah untuk usaha penangkapan ikan.