Kerja sama antara dunia pendidikan dan industri menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong penerapan teknologi di berbagai sektor. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Penandatanganan MoU dengan Undip Kerjasama yang Saling Memberikan Manfaat, yang mempertemukan Universitas Diponegoro (Undip) dengan PT. Dua Putra Perkasa dalam semangat membangun sinergi berkelanjutan.
Kesepakatan ini tidak hanya menjadi simbol hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi nyata di bidang teknologi, teknologi informasi (IT), serta budidaya. Dengan memadukan keunggulan akademik dan pengalaman industri, kedua belah pihak diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat luas.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) merupakan langkah awal dalam membangun hubungan kerja sama yang lebih luas dan terarah. Dalam kesempatan ini, Universitas Diponegoro diwakili oleh Prof. Agus Trianto, S.T., M.Sc., Ph.D, sementara PT. Dua Putra Perkasa diwakili oleh Dr. Raharditya Bagus Perkasa B.Ba, MBA.
Prosesi penandatanganan berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak memiliki visi yang sama, yaitu menciptakan kerja sama yang mampu memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penerapan teknologi, serta inovasi di bidang budidaya.
MoU ini menjadi landasan hukum sekaligus komitmen bersama untuk melaksanakan berbagai program yang dapat meningkatkan kualitas penelitian, pengembangan teknologi, hingga implementasi hasil riset dalam dunia industri.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut adanya kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan sektor industri. Perguruan tinggi memiliki kekuatan dalam riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan perusahaan memiliki pengalaman dalam implementasi, produksi, serta pengembangan bisnis.
Melalui sinergi tersebut, hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai kajian akademis, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan.
PT. Dua Putra Perkasa melihat pentingnya menggandeng institusi pendidikan seperti Undip untuk memperkuat inovasi perusahaan. Di sisi lain, Universitas Diponegoro memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan penelitian terapan, memberikan pengalaman industri kepada mahasiswa, dan memperluas jejaring kerja sama.
Salah satu fokus utama dalam MoU ini adalah pengembangan teknologi. Teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing di berbagai sektor industri. Oleh karena itu, kerja sama ini membuka peluang untuk:
Melalui dukungan para akademisi Undip dan pengalaman praktis dari PT. Dua Putra Perkasa, berbagai solusi teknologi diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
Selain teknologi secara umum, bidang Information Technology (IT) menjadi salah satu prioritas dalam kerja sama ini.
Transformasi digital telah mengubah cara perusahaan menjalankan operasionalnya. Oleh sebab itu, kolaborasi di bidang IT menjadi sangat relevan untuk mendukung peningkatan kualitas sistem informasi dan digitalisasi proses bisnis.
Beberapa ruang lingkup yang berpotensi dikembangkan antara lain:
Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek teknologi yang memiliki dampak nyata.
Bidang budidaya menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak dapat melakukan berbagai aktivitas seperti:
Penerapan teknologi pada sektor budidaya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menghasilkan produk yang memiliki kualitas lebih baik.
Kerja sama ini juga memberikan ruang yang luas bagi pelaksanaan penelitian bersama. Dosen, peneliti, mahasiswa, serta tenaga profesional dari PT. Dua Putra Perkasa dapat berkolaborasi dalam berbagai proyek riset yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata di lapangan.
Beberapa bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan meliputi:
Kolaborasi semacam ini akan memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri dalam menghasilkan inovasi yang lebih aplikatif.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan perusahaan juga berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan era digital.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman langsung melalui keterlibatan dalam proyek industri, penelitian bersama, hingga penerapan teknologi di lapangan.
Pendekatan ini akan meningkatkan kompetensi lulusan sehingga lebih siap memasuki dunia kerja sekaligus mampu menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Semarang (27/12) – Universitas Diponegoro (Undip) menggelar acara sarasehan di Kampus Undip Jepara yang membahas peluang bisnis, riset, dan kegiatan pengabdian masyarakat di bidang industri perikanan. Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., yang menyampaikan tentang kebijakan Ekonomi Biru sebagai bagian dari target besar Indonesia Emas 2045. Hadir juga pendiri PT Dua Putra Perkasa Pratama, Suharjito, S.E.
Dalam acara ini, Undip dan PT Dua Putra Perkasa Pratama menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). MoU ini ditandatangani oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, bersama Direktur Utama PT Dua Putra Perkasa Pratama, Dr. Rahaditya Bagus Perkasa B., Mgt., MBA. (more…)
Jakarta – PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPP) siap mendukung pemerintah mengamankan ketersediaan pangan. Hal ini merupakan upaya dalam menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan akan fasilitas sistem rantai pendingin (cold chain), sekaligus membantu pemulihan bisnis pascapandemi COVID-19.
Adapun salah satu upaya yang dilakukan DPP ialah mempersiapkan tempat penyimpanan gudang berpendingin (cold storage). Tempat ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri dalam menghadapi peningkatan kebutuhan pangan pada momen Ramadan dan Idul Fitri. (more…)
Menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan akan fasilitas sistem rantai pendingin atau cold chain sekaligus membantu pemulihan bisnis pascapandemi Covid-19, Dua Putra Perkasa Pratama (DPP) siap mendukung pemerintah mengamankan ketersediaan pangan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempersiapkan tempat penyimpanan gudang berpendingin (cold storage) untuk memenuhi kebutuhan industri menghadapi peningkatan kebutuhan pangan pada momen Ramadan dan Idul Fitri.
Bekasi (ANTARA) – Perusahaan dagang yang bergerak di sektor produksi dan distribusi sistem rantai pendingin PT Dua Putra Perkasa Pratama berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di masa pemulihan ekonomi usai pandemi COVID-19.
“Kami terus berkomitmen mendukung ketersediaan pangan di Indonesia, membantu pemerintah memulihkan bisnis pangan pascapandemi COVID-19,” kata CEO PT Dua Putra Perkasa Pratama Raharditya B. Perkasa di Bekasi, Sabtu.
PT Dua Putera Perkasa (DPP) Optimis dapat menggenjot penjualan produk mentah olahan pada tahun ini. Target penjualan dipatok naik 10-15 persen pada 2019.
Direktur Utama PT Dua Putera Perkasa, Suharjito mengatakan, peluang pasar produk mentah dan olahan masih cukup besar di Indonesia. Ia mencontohkan kebutuhan daging nasional saja rata-rata 2,5 kg per kapita per tahun. (more…)
PT Dua Putera Perkasa (DPP) Optimis dapat menggenjot penjualan produk mentah olahan pada tahun ini. Target penjualan dipatok naik 10-15 persen di 2019.
Direktur Utama PT Dua Putera Perkasa, Suharjito mengatakan, peluang pasar produk mentah dan olahan masih cukup besar di Indonesia. Ia mencontohkan kebutuhan daging nasional saja rata-rata 2,5 kg per kapita per tahun. (more…)
Untuk ketiga kalinya PT Dua Putera Perkasa (DPP), produsen bahan makanan mentah dan olahan mengikuti ajang kuliner dan perhotelan yang bertajuk Food Hotel Indonesia (FHI) 2019 yang berlangsung di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Suharjito SE selaku pelaku bisnis yang memproduksi bahan makanan mentah dan olahan tersebut mengatakan, pihaknya mengikuti kegiatan ini sebagai upaya untuk mendorong penjualan yang meningkat setiap tahunnya.
“Kita sudah tiga kali ini mengikuti pameran FHI, kita mengenalkan produk-produk kita ke konsumen baru, agar supaya bisa mengejar penjualan yang setiap tahun ditargetkan naik 10% hingga 15%, “ ujar Suharjito saat temu media di booth DPP, Hall C3, Food Hall Indonesia, Jiexpo, Kemayoran,(25/7).
Menurut dia, peluang pasar produk mentah dan olahan masih cukup besar di Indonesia. Ia mencontohkan kebutuhan daging nasional saja rata-rata 2,5 kg per kapita per tahun. “Kalau dikalikan 250 juta jumlah penduduk saja sudah berapa. Sekarang 10 persen saja belun ada. Artinya, masih sangat luas pasarnya,” tandasnya. (more…)
Stand PT Dua Putera Perkasa (DPP) berhasil mencuri perhatian pengunjung pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019, yang berlangsung di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Sejak dibuka kemarin, booth DPP yang menempati Hall C3, Food Hall Indonesia, terus dipadati pengunjung.
President Director PT Dua Putera Perkasa, Suharjito mengatakan, pihaknya sudah tiga tahun ini selalu mengikuti event FHI sejak mulai diadakan lima tahun lalu. Di event FHI kelima ini, pihaknya memboyong sejumlah produk andalan untuk diperkenalkan kepada costumer-costumer baru. Langkah ini sebagai salah satu upaya perusahaan untuk menggenjot penjualan. Selain melalui pameran, pihaknya juga rutin melakukan kunjungan pasar. (more…)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini menerima pelaku usaha perikanan tangkap di Istana Negara, Jakarta Pusat. Pertemuan Jokowi itu dalam rangka silaturahmi.
Agenda silaturahmi dimulai pada pukul 15.00 WIB di Istana Negara. Jokowi didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
“Hari ini 1.163 izin diserahkan dan disaksikan Bapak Presiden dan kawan KKP, ” kata Susi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).
Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga berkesempatan menyapa para pelaku usaha yang berada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui video conference.
Adapun, pelaku usaha perikanan tangkap yang hadir merupakan penerima Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) Tahun 2019.
Susi mengungkapkan, para pelaku usaha yang mendapatkan izin saat ini merupakan pemilik kapal di atas 30 GT, serta ada juga pelaku perikanan tangkap yang beralih dari cantrang ke alat tangkap lain.
Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4407252/jokowi-serahkan-1000-izin-tangkap-ikan-di-istana